Acara di Saung Angklung Udjo mulai setiap pukul 15.30,kebanyakan pengunjungnya dari luar negeri atau yang biasa kita bilang BULE.Jadi hostnya yaitu akang Robby membawakan acara dengan menggunakan dua bahasa yaitu bahasa inggris dan bahasa indonesia,biasanya sebelum acara host akan memperkenalkan diri dan membaca dan menjelasakan susunan acara.Setelah itu hostnya mempersilahkan KI Dalang untuk melakukan Pertunjukan Wayang Golek.Wayang Golek adalah pertunjukan boneka kayu khas dari Sunda yang menyerupai manusia lengkap dengan kostum sesuai karakternya.Ki Dalang kali ini hanya mempertunjukan Wayang Golek dengan waktu yang singkat biasanya kan pertunjukan Wayang Golek membutuhkan waktu semalam suntuk.Setelah itu para kru menyingkirkan penghalang yang menghalangi Ki Dalang agar para penonton bisa melihat cara memainkan Wayang Golek.Ternyata Wayang Golek Dimainkan hanya seorang diri oleh Ki Dalang,saya terkejut ketika melihat cara memainkan Wayang Golek ternyata tidak mudah.
Helaran
Acara selanjutnya yaitu Helaran.Helaran biasanya diadakan setelah seorang anak telah selesai khitanan,anak ini diarak-arakin megelilingi desa dengan menggunakan Jampana.Jampana adalah Tandu kursi yang terbuat dari bambu untuk membawa sang anak tsb.Biasanya anak tsb Diarak-arakin mengelilingi desa bersama teman-temannyasambil membawa angklung dan memainkan music yang meyenangkan karna acara ini berujuan untuk membuat anak tsb senang dan sebagai rasa puji syukur kepada Tuhan yang Maha Esa atas rezekinya.
Permainan Angklung Oleh Anak-anak
.
Acara selanjutnya yaitu permainan angklung yang dimainkan oleh anak kecil yang lucu-lucu dan banyak hehehe.Anak-anak tsb memainkan beberapa lagu seperti THE SONG OF DO RE MI,sebelum mereka main ada seorang bapak2 yang mengajarkan para penonton cara memainkan angklung.bapak tsb adalah anak dari Mangudjo.Setelah para penonton sudah mengerti cara memainkan angklung maka anak2 tsb membagikan angklung kepada para penonton tetapi angklung tsb tidak dibawa pulag -_-.Setelah semuanya dapat barulah anak2 tsb memainkan beberapa lagu yang diikuti oleh para penonton
Penari Merak
Acara selanjutnya yaitu Calung, instrumen musik bambu yang dimainkan dengan cara dipukul menjadi sesi pertunjukan selanjutnya.
Pertunjukan Calung kemudian dilanjutkan dengan Arumba, alat musik
tradisional yang terbuat dari bambu dan bertangga nada diatonis. Arumba
yang diciptakan pada tahun 1970-an memiliki kepanjangan A=alunan,
Rum=Rumpun Ba=BambuPermainan Angklung Mini dan Permainan Angklung Dengan Pengunjung
Acara ini memberikan sesi pertunjukan angklung yang melibatkan berbagai jenis angklung, beragam lagu, serta aneka bentuk pertunjukan. Dengan angklung, beragam lagu mulai lagu anak, Kenduri Cinta, Indonesia Pusaka, You Raise Me Up, dan lain-lain.
Selain melihat dan menikmati pertunjukan angklung, satu hal yang sangat keren adalah bermain angklung bersama. Anak-anak dari Saung Angklung Udjo membagikan angklung kepada para penonton, kemudian pembawa acara mengajak penonton memainkan angklung bersama dengan panduan isyarat tangan.
Menari Bersama
Dan terakhir adalah menari bersama yaitu semua pengunjung di ajak menari bersama pemain angklung untuk menari dengan alunan musik tetapi hanya yang mau ikut menari saja ya.